KOMPETENSI & KEBUTUHAN DASAR MANUSIA


Kompetensi dan Profil Dasar Penduduk
          Kompetensi  adalah keyakinan diri akan kemampuan dalam menghadapi berbagai macam permasalahan dalam kehidupan. Kemampuan ini sangat tergantung pada cara berpikir sebagai sesuatu yang paling substantif dalam diri kita, karena merupakan pernyataan eksistensi seseorang yang mendasari  sikap dan prilakunya.
 Kompetensi suatu masyarakat sangat bergantung pada cara berpikir yang diwujudkan oleh segenap individu sebagai keseluruhan sumber daya manusia. Cara berpikir yang tinggi kualitasnya hanya mungkin dicapai melalui taraf pendidikan yang utuh sepanjang hayat, karena pendidikan merupakan long-lift  effort  dalam observasi dan pengukuran yang mendasari aktivitas manusia yang bermakna.
          Kompetensi dasar dan kebutuhan dasar manusia adalah dua sisi yang saling menentukan. Bersadarkan kompetensinya manusia menentukan kebutuhan dasarnya.

Kebutuhan Dasar Penduduk
          Sebagaimana diungkapkan oleh Maslow (1970) manusia adalah makhluk hidup yang cukup unik dalam kebutuhan dasar hidupnya. Kalau makhluk hidup diluar manusia kebutuhan dasar mereka lebih utama pada kebutuhan fisiologi untuk bertahan hidup, walaupun dsebagai pelengkapan kebutuhan mereka juga memiliki nalurifisik bagi keamanan eksistensinya. Demikian pula manusia juga membutuhkan keamanan fisik, keselamatan, ketentraman dan perlindungan fisik.
          Jadi kebutuhan dasar manusia yang paling hakiki dapat dikelompokan sebagai kebutuhan fisiologi, fisik dan psikologi, dan pemenuhan akan kebutuhan merupakan kewajiban dan hak azasi setiap orang. Dengan demikian pangan sangat penting  dan harus selalu tersedia.
Dalam undang-undang No. 7 Tahun 1996 tentang pangan didefinisikan ketahanan pangan (food resistance). Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan fisiologi bagi rumah tangga yang tercermin tersedianya pangan, air dan udara yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau.
Kebutuhan Fisiologi
       Keamanan dan ketahanan pangan
          Dari kebutuhan fisiologi terlihat bahwa keamanan pangan (food safety) merupakan kriteria penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh disamping ketersediaan pangan (food availability), keterjangkauan pangan (food accessibility), penerimaan pangan (consumer acceptability atau consumeability). Keamanan pangan diartikan sebagai kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan kerusakan, pencemaran biologi, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia (Fardiaz 2001).
          Pada saat ini FAO/WHO mendeklarasikan bahwa “memperoleh pangan yang cukup, bergizi, dan aman di konsumsi adalah hak setiap orang”. Keamanan pangan menjadi tolak ukur yang sangat penting dalam perdagangan internasional yang semakin ketat. Pada FAO World Food Submit tahun 1996 semua negara telah menyatakan kesepakatan untuk setiap saat menerapkan kebijakan dalam menyediakan pangan yang cukup, bergizi dan aman untuk di komsumsi serta dengan pendayagunaan yang efektif.

Lingkungan dan Keamanan Pangan
          Berbicara tentang keamanan pangan tidak dapat dilepaskan dari masalah lingkungan. Dampak lingkungan dengan status keamanan pangan sangat erat kaitannya. Karena pangan akan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi dalam kondisi lingkungan yang buruk dan tidak mendukung.
Dari dampak lingkungan yang buruk itulah maka pangan akan tercemar oleh bahaya hayati seperti cemaran bakteri  patogen, bahaya kimia seperti cemaran bahan-bahan kimia berbahaya, dan bahaya fisik seperti cemaran pecahan gelas, logam, dan benda-benda asing lainnya.
          Pada dasarnya pangan yang kita makan selain untuk memenuhi kebutuhan tubuh karena lapar tetapi juga yang terpenting adalah karena zat melalui gizinya digunakan oleh tubuh untuk membangun tubuh dan mempertahankan kehidupan. Pangan yang masuk kedalam tubuh akan dicerna, zat gizinya diserap dan digunakan dalam metabolisme di dalam tubuh. Keamanan pangan sangat erat kaitannya dan berpengaruh terhadap status gizi masyarakat pada khususnya dan terhadap perkembangan sumber daya manusia pada umumnya (Fardiaz 2002).
          Perkembangan ilmu gizi berjalan begitu pesat antara lain telah ditemukan berbagai penyebab penyakit yang disebabkan karena kekurangan gizi.  Pengembangan sumber daya manusia pada umumya berkaitan dengan masalah gizi. Masalah gizi sangatlah penting karena gizi sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan organ tubuh. 

Kasus Keracunan Pangan
Masalah keamanan pangan berupa keracunan karena pangan  masih banyak terjadi di Indonesia. Kasus-kasus keracunan pangan sering dilaporkan oleh media masa yang pada umumnya terjadi karena penanganan pangan yang salah disektor industry jasa boga non formal.

Presentasi terbesar dari kasus keracunan karena pangan paling banyak bersumber dari kasus dirumah tangga yaitu sebesar 46,7%, diikuti oleh kasus karena perusahaan jasa boga atau catering sebesar 22,4%, pangan olahan sebesar 15,1%, dan pangan jajanan sebesar 14,5%.
 

Umumnya cemaran mikroba karena kondisi lingkungan yang buruk menjadi penyebabnya, yaitu terjadi kontaminasi silang dari lingkungan yang kotor kepangan yang sudah dimasak. Bahan beracun dan berbahaya juga dapat merupakan kontaminasi pada makanan dari kemasan yang tidak ramah lingkungan seperti sterofoam terutama apabila digunakan untuk membungkus makanan yang panas.

Cemaran Bahan Kimia
Cemaran bahan kimia berasal dari kegiatan manusia seperti kegiatan industry dapat tersebar melalui udara, tanah, dan air. Tetapi dapat puola memalui hewan atau tumbuhan yang biasa dikonsumsi oleh manusia. Penyabab utama pencemaran pada pangan adalah udara, tanah, dan air yang tercemar oleh bahan-bahan kimia, seperti emisi dari industry dan knalpot kendaraan.
Salah satu keracunan karena bahan kimia yang paling dikenal adalah keracunan mercury yang terjadi di Minamata Jepang yang kemuduan dikenal dengan sebutan penyakit minamata. Contoh keracunan pangan karena bahan kimia lainnya adalah kasus keracunan yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1985.
Sebanyak 1.373 orang mengalami keracunan karena makan semangka yang ditanam pada tanah yang diolah menggunakan pestisida.
Badan Pengawasan Obat dan Makanan
       Badan POM yang dulu berada sebagai bagian dari Kementrian Kesehatan saat ini merupakan badan otonom yang mengatur dan mengawasi kebutuhan dasar masyarakat akan makanan, obat-obatan termasuk komplemen makanan (vitamin, mineral, dan sebagainya) serta kosmetik.
Badan POM menyebutkan bahwa kasus pencemaran makanan yang menimpa siswa SD, SMP, SMA, dan Universitas umumnya karena kurangnya pengawasan pada pedagang keliling yang menjual makanan atau minuman yang menggunakan baha-bahan kimia berbahaya dalam pengolahan makanan tersebut.
Di samping itu Badan POM juga mengawasi peredaran dan pejualan suplemen makanan seperti vitamin A, B, C, D, dan E sera peredaran berbagai bahan kosmetik dan obat-obatan.
Food Contamination Monitoring Programe sangat aktif memantau pencemaran pangan oleh bahan kimia dan menjelaskan bahaya dari pencemaran pangan. Tujuan dari pemantauan ini antara lain untuk mengetahui seberapa jauh manusia dan lingkungannya terpapar oleh cemaran berbahaya baik bahaya biologi maupun bahaya kimiawi.
 Dengan memperoleh informasi ini, kebijakan terhadap pengendalian pencemaran baik terhadap lingkungan maupun manusia. Pada akhirnya dapat dikatakan bahwa pencemaran pangan  dapat secara efektif dikurangi melalui pengendalian lingkungan. Dengan demikian, peningkatan kepedulian terhadap lingkungan sangat berperan dalam membantu meningkatkan pangan secara langsung.
 
Upaya Meningkatkan Keamanan Pangan
Dari segi pengawasan ada 2 cara utama yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan pangan yaitu, 1. Upaya pencegahan (preventive control), 2. Upaya penindakan secara hokum (Law Enforcement). Upaya untuk selalu meningkatkan kepedulian akan lingkungan adalah salah satu upaya pencegahaan agar masalah keamanan pangan dapat diatasi. Seharusnya upaya pencegahan ini menjadi prioritas awal dan utama dalam pengawasan keamanan pangan.
Diharapkan dengan upaya ini budaya untuk menghasilkan bahan maupun produk pangan yang aman akan berkembang. Melalui penindakan secara hokum tetap harus dilakukan agar jika terjadi pelanggaran-pelanggaran atas peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Tindakan Represif
Kebutuhan dasar fisiologi yaitu untuk memperoleh kesehatan fisik, masih dapat diperkuat dengan latihan fisik seperti olahraga, yoga, pijat refleksi dan sebagainya. Realitas yang dihadapi masyarakat sering kali tidak sesuai dengan harapan.
 Indonesia dikenal dengan negara tropika yang kaya raya, tetapi dengan ironi adanya angka kemiskinan masyarakat yang cukup bermakna. Dengan demikian ketahanan fisiologi pangan akan sulit dapay dicapai, sehingga derajat kesehatannya pun akan menurun dan resiko sakit akan menumbuhkan keseimbangan kembali untuk mendapatkan status kesehatan. Untuk itu diperlukan tindakan represif atau kuratif.
Oleh karena itu keperluan kompetensi atau keterampilan profesi kedokteran. Berbagai keadaan sakit akan memerlukan pendekatam berbagai cabang kedokteran, contonya kedokteran syaraf, kedokteran gigi, kedokteran kebidanan dan sebagainya. Oleh karena itu pelayanan kedokteran dilengkapi dengan pelayanan rumah sakit sebagai pelayanan represif atau kuratif (pengobatan).
Jadi kecukupan pangan yang tidak tercapai itu perlu diatasi dengan berbagai cara:
1.     Dengan berbagai suplemen seperti vitamin A, B, C, D, E dan sebagainya. Juga dengan suplemen seperi minyak ikan, omega 3, 6, 9, bawang putih dan lain-lainnya.
2.    Dengan minum jamu, yang berfungsi ganda. Secara umum para penjual jamu dikenal sebagai penjual obat, seperti obat cabe lempuyang, beras kencur dan brotowali. Jadi sebenarnya penjual jamu itu lebih tepat disebut sebagai penjual suplemen makanan.
3.    Apabila sakit diperlukan obat dan profesi farmakologi (ilmu tentang obat-obatan).
Dalam perkembangan ilmu kesehatan dan ilmu kedokteran juga timbul perkembangan yang cukup dinamik. Dalam ilmu kedokteran dimulai dengan perkembangan community medicine (pengobatan m asyarakat) dan disusul adanya community healty (kesehatan masyarakat). Dewasa ini di sebuah perguruan tinggi ada gejala menyatukan keduanya dalam salah satu lembaga pendidikan kesehatan: kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan dan kedokteran.
Dalam profesi kesehatan juga muncul nama-nama yang multidimensional seperti Prof. Dr.dr Mahar Mardjono yang berdimensi ilmuan (neurologi), kepribadian sosial kemanusiaan ( pembela perjuangan pemuda/mahasiswa dalaam kasus Malari) dan sangat atentif (tinggi kepeduliannya terhadap orang lain), sehingga tepat disebut sebagai ilmuan paripurna (Soerjani 1997 dalam Mahar, Perjuangan Pendidik dan Pendidik Pejuang).
Kebutuhan fisik
Kebutuhan fisik terdiri atas keamanan dan ketentaraman sosial.
Perlindungan
Manusia memerlukan perlinduangan fisik, berupa perumahan yang aman untuk dihuni, bebas dari keadaan atau tatanan alam yang dapat menimbulkan risiko seperti gempa bumi, aman dari letusan gunung berapi, longsoran, banjir, badai dan sebagainya. Jadi singkatnya berada di satu ruang yang sama. Dalam tatanan masyarakat saat ini yang dimaksud dengan perlindungan juga termasuk gangguan dari kemungkinan ulah manusia seperti kebakaran, kemungkinan kebanjiran dan kejahatan. 

Perbedaan antara kecukupan dalam kehidupan juga mengakibatkan perbedaan mutu rumah sebagai perlindungan keluarga. Pada umumnya rumah di desa keadaannya sederhana tetapi cukup untuk keperluan perlindungan diri dan keluarga. Sedangkan rumah di kota menunjukan kesenjangan cukup bermakna antara rumah kampung yang miskin  disela-sela rumah mewah dan bertingkat
 
Ketentraman
Ketentraman sosial adalah perlindungan dari kericuhan yang ditimbulkan oleh manusia seperti pencurian, perampokan teror dan huru-hara lainnya. Perlindungan terhadap gangguan manusia diharapkan dari ketentaraman yang dijamin dengan hukum dan peraturan perundang-undangan buatan manusia. Akhirnya ketentaman masyarakat ini juga harus mengacu pada hukum kosmos dari tatanan alam.
Ketentraman lahir ini sangat mempengaruhi ketenteraman batin. Pada umumnya untuk hidup di kota dituntut ketahanan diri yang kuat untuk menghadapi tantangan ketenteraman lahir batin. Pada tahun 2012 angka kejahatan  mencapai 316.500 kasus mengenai penculikan, pembunuhan, korupsi , narkoba dan lain-lain.

Kebutuhan Psikologi

          Kebutuhan dasar manusia dan keberadaanya dalam lingkungan hidup juga menimbulkan masalah sikap kejiwaannya. Untuk itu dikenal psikologi lingkungan (environmental psychology) (bonnes & secchiaroli 1995; sarwono 1992).
Sikap dan prilaku manusia sangat dipengaruhi oleh prilaku ruang (spatial behavior). Hal ini mungkin sekali akan menimbulkan ketegangan lingkungan (environmental stress), misalnya keadaan ruang yang akan memicu kejiwaan seseorang, sifat cahaya, suasana dan suhu. Lebih lanjut juga terpengaruh luas/sempitnya ruangan, yang akan berpengaruh terhadap dimensi teritorialitas dan privacy seseorang.

          Environmental stress akan berpengaruh pada diri seseorang, sesuai dengan lamanya keadaan.gangguan yang dapat diterima olehnya untuk menanggapinya. Jadi pada dasarnya pengaruh lingkungan terhadap kejiwaan seseorang dapat bersifat internal, eksternal, maupun tresendental.

Faktor Internal
          Factor internal yang mempengaruhi seseorang dapat berbeda-beda. Dalam kehadiran seseorang dalam lingkungan hal itu sangat tergantung pada:
(1)  Jati diri yang merupakan refleksi dari egoisme seseorang, yakni dari kepercayaan diri, kemandirian, maupun keyakinan akan kompetensi maupun perasaanya dalam kehidupaan.

(2) Empati yakni kemmapuan untuk mengenal dan memahami perasaan orang lain dalam sistem sosial dimana dia berada. Dengan empati seseorang akan berusaha untuk “kompromi” dalam menyesuaikan diri dengan sistem sosial dimana dia berada.


(3) Altruisme yakni sikap dan perilaku untuk berusaha menolong orang lain,  bahkan kadang-kadang dengan mengesampingkan keperluan diri sendiri. Jadi sikap yang terpuji adalah gabungan aantara egoism, empati dan memantapkan jati dirinya sendiri terlebih dulu. Kepentingan orang lain yang harus ditolong pun harus berdasarkan menolongnya agar dia mampu mandiri untuk dapat mengikis ketergantungan pada orang lain.

Dalam hubungan ini istilah jangan diberi ikan, tapi kail walaupun sepintas lalu baik, tetapi perlu ditelaah lebih jauh dari kepedulian lingkungan kita. Mengail (memancing ikan) sebenarnya harus dilihat dari urutan dosa berikut:
·         Dosa karena menyakiti yang dijadikan umpan,
·         Dosa karena menipu ikan, dan
·         Dosa menyakiti ikan yang terpancing, yang mungkin mulutnya terpaksa disobek.
Jadi perlu diganti dengan ungkapan jangan diberi ikan, tetapi ajarkan cara memelihara ikan.
Faktor Eksternal
          Dalam kehidupan bermasyarakat, kita juga akan sangat mendapatkan pengaruh factor eksernal, yakni factor prilaku kepedulian sesaama dan factor kehormatan.
(1)  Kepedulian atau caring for, factor diperhitungkan keberadaan kita;selengkapnya factor eksternal yang kita harapkan adalah caring, loving, and belonging within the society where one belongs.

(2) Kehormatan atau sikap esteem, mulai dari self-esteem, kehormatan diri diantara sesamanya, inter-personal esteem, kehormatan antar sesama (maslow 1970).


Dalam kehidupan yamg berlangsung secara fisik dan kimiawi juga mungkin terjadi keteledoran perilaku yang tanpa sengaja dapat membahayakan kehidupan. Misalnya dalam berbagai kegiatan dibidang industri, perdagangan, pertanian, transportasi dan sebagainya dapat terjadi factor eksternal seperti penggunaan pupuk dan pestisida, termasuk bahan yang berbahaya (peledak, narkoba, dan lain-lain), pembuangan limbah industri dan sebagainya.

Untuk mempertajam kewaspadaan dan kerja sama antar sector dalam penggunaan bahan beracun dan berbahaya, telah disusun profil nasional tentang pembinaan infrastruktur pengelolaan bahan kimia  insonesia (badan POM 2005).

Faktor Transendental
Tuhan yang menciptakan kita berada dimana di mana kita berada yang selalu merasa dekat dengannya, tetapi kita tidak sama dengan Tuhan, karena hubungan kita dengan tuhan adalah hubungan transendental. Tuhan itu absolute sedang kita ini relatif (nisbi). Karena itu seperti banyak diungkapkan oleg ca knur (madjid: 11-12) menjadi orang-orang benar tunduk pada ajaran agama itu sulit. Manusia harus tegas menegakkan keadilan (ajaran nabi musa), tetapi keadilan yang disertai kebaikan hati kita (ajaran isa almasih).
 Oleh karenanya berbuatlah keadilan dengan disertai kebaikan yang setulus-tulusnya. Jadi keduanya sikap adil  dan baik hati itu perlu diungkapkan sekaligus satu sama lain. Contoh lain yang meminta perhatian adalah sikap kasatria (prawiro, jawa) yang tidak cukup dengan sikap melindungi atau menjaga perwiranya itu (afif, arab) tetapi juga harus dengan sikap yang tidak disertai kesombongan akan kelebihan diri yang berlebihan (madjid 2002: 95).
Tuhan menciptakan manusia dengan segenap perangkat dan pengada agar selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Jadi hari esok harus lebih baik dari hari ini, sehingga rugilah kita kalau keadaan diesok hari sama dengan hari ini.
Oleh karena itu seperti dikatakan Prof. Emil Salim dalam melaksanakan pembangunan dengan meningkatkan kesejahteraan lahiriah dan batiniah, sebenarnya lah manusia telah melaksanakan ibadah sebagaimana diperintahkan pencipta-Nya. Jadi pembangunan bersumber pada pengabdian serta penddekatan diri pada tuhan yang maha esa (salim 1986).
 

Pendekatan Strategic Pengelolaan Kimia
Di Dahia, brazil pada tahun 2000 telah diselenggarakan pertemuan yang disebut forum (ke III) dari SAICM, Strategic Approach to International Chemical Management. Dalam pertemuan tersebut telah disepakati deklarasi dahia yang berkaitan dengan prioritas sebagai berikut:
§  Kendala-kendala dan keamanan kimia
§  Keamanan pemukiman dan kesehatan
§  Pengumpulan data tentang kecelakaan (kimia)
§  Pengelolaan resiko dan pengendalian penggunaan pestisida yang beracun
§  Pengemabangan kapasitas kelembagaan
§  Tindak lanjut SAICM di setiap negara
Pertemuan ini dihadiri oleh 122 wakil negara, 11 lembaga antarnegara seperti WHO, ILO, UNEP, FAO, UNDP,  UNESCO, dan sebagainya.dalam mengembangkan kerja sama internasional tentang penyelamatan penggunaan bahan kimia, diharapkan agar world customs organization (WCO) ikut mengatur dan mengawasi peredaran lalu lintas bahan kimia antarnegara.
Disepakati bahwa dana yang ada pada global environmental safety (GEF) dapat diluncurkan untuk melaksanakan konvensi stockholm pada tahun 2006.
Tim Koordinasi Pengelolaan Bahan Kimia Secara Strategic
Sebagai tindak lanjut komitmen pemerintah indonesia sejak tahun 1997 telah dibentuk tim teknis pengelolaan bahan kimia terpadu yang terdiri atas wakil lintas sector dengan kementrian lingkungan hidup sebagai leading sector dengan dibantu oleh badan POM (badan pengawas obat dan maakanan).
Sector yang terkait di dalam tim tersebut adalah komisi pestisida, kerja sama BATAN-Depkes, badan kesehatan dan keselamatan kerja, komisi AMDAL (komisi kelayakan pembangunan), forum koordinasi manajemen kimia terpadu, dan berbagai badan lain yang dalam pembentukan seperti pusat pengendalian keracunan/pusat informasi keracunan.
Berbagai kegiatan penunjang perlu dikembangkan seperti pendidikan, mulai sekolah dasar, menengah sampai perguruan tinggi, pelatihan, pertemuan antar sector, dan lain-lain.
Berbagai peraturan perundangan yang terkait dengan masalah ini antara lain:
·         UU No. 11 Th. 1967 tentang peraturan pelaksanaan pertambangan.
·         UU No. 1 Th. 1970 tentang keselamatan kerja.
·         UU No. 5 Th. 1984 tentang industri.
·         UU No. 12 Th. 1992 tentang pertanian termasuk pestisida.
·         UU No. 14 Th. 1992 tentang pengangkutan barang.
·         UU No. 21 Th. 1992 tentang pelayaran dan larangan pembuangan limbah di lautan.
·         UU No. 23 Th. 1997 tentang lingkungan hidup.
·         UU No. 6 Th. 1998 tentang konvensi penggunaan senjata (termasuk bahan peledak) dan
·         UU No. 74 Th. 2000 tentang bahan kimia berbahaya.
Profil nasional tentang infrastruktur pengelolaan bahan kimia di indonesia juga menyangkut produksi, impor-ekspor serta penggunaan bahan kimia. Disamping itu juga disertai perencanaan dan pengawasan pengelolaan sumber, industri, rumah sakit, hotel, rumah makan, dan sebagainya (anon 2005).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

PPT SDA Berkelanjutan kelompok 8 & 9

Haloooo :D
kali ini saya akan melanjutkan lagi posting-posting saya yang sebelumnya yaitu powerpoint mengenai mata kuliah SDA Berkelanjutan..
semoga bermanfaat :)

8. Power Point ini membahas tentang kompetensi dan kebutuhan manusia.

untuk lebih jelasnya mengenai ppt diatas, silahkan download disini
  9. Power Point ini membahas tentang pembangunan yang berwawasan lingkungan.
untuk lebih jelasnya mengenai ppt diatas, silahkan download disini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Makalah mengenai Masalah Lingkungan Hidup



BAB II
PEMBAHASAN

            Lingkungan hidup pada umumnya kita perbincangkan dari sisi negatif, artinya karena terjadinya berbagai kemunduran, kerusakan, kehilangan, sampai pencemaran. Hal ini tejadi semenjak pertambahan populasi manusia mencapai angkai enam miliar seiring dengan meningkatnya kebutuhan kita baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Semua itu terasa secara global, regional, nasional maupun lokal. Pdahal kalau sikap dan perilaku manusia sudah lebih tertata baik, seharusnya kita juga harus melihatnya dari segi positif. Berbagai segi positif sebernarnya perlu diangkat seperti paham tentang makna hidup, kehidupan, eksistensi dan kesejahteraaan manusia bersama makhluk hidup lain. Dalam lingkungan hidup yang tertata dengan baik kita mendapat jaminan kelangsungan peri kehidupan dan peningkatan kesejahteraan hidup bersama bagi seluruh kehidupan.
A.    Masalah Lingkungan Hidup Global
1.      Revolusi Industri
Terjadinya perubahan besar dalam meningkatkan produksi dimulai pada pertengahan abad 18 dengan dicetuskannya revolusi industri di inggris yang menggantikan sebagian dari tenaga manusia dengan tenaga mesin di sekitar tahun 1750. Sebelum itu antara tahun 1500 sampai 1800 terjadi revolusi hijau sebagai upaya memenuhi kebutuhan akan pangan pada saat mana bahan makanan pokok seperti gandum, padi, jagung, dan kentang disebarkan keseluruh dunia untuk mengimbangi lajunya pertumbuhan penduduk. Proses ini berlangsung terus menerus di Eropa dan Amerika Utara antara tahun 1850 sampai 1950pada saat produksi tanaman maupun hewan dipacu dengan penggunaan pupuk besar-besaran dan ditopang oleh pengembangan irigasi. Demikian juaga penggunaan bahan peptisida , herbisida, dan sebagainya yang mulai dirasakan sebagai bagian dari pencemaran lingkungan. 
2.      Tahapan Kepedulian
Berbagai kasus kerusakan dan pencemaran lingkungan telah terjadi cukup lama, dan sampai saat ini pun blum ada tanda-tandasurutnya masalah lingkungan tersebut.
·         Tahun 1950 timbul masalah penyakit itai-itai (aduh-aduh) yang menimpa penduduk Teluk Minamata di Jepang karena makan ikan dan hasil laut lainya yang tercemar Cd dan Hg dari industri pantai.
·         Tahun 1962 terbit buku Rachel Carson The Silent Spring yang menggambarkan sepinya musim semi karena kulit telur burung lemah oleh pengaruh pestisida sehingga pecah sebelum telur-telur itu menetas
·         Tahun 1968 terbit buku Paul Ehrlich The Population Bomb yang mengkhawatirkan ledakan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dan tidak dipenuhi kebutuhan dasarnya berdasarkan daya dukung dan daya tampung bumi
·         Pada tahun 1972 terbit laporan dari the Club of Rome oleh Donella Meadows dkk. Tentang The Limits ti Growth yang menggambarkan keharusan manusia untuk menghentikan petumbuhan, tidak hanya jumlah populasinya tapi juga pola konsumsinya yang berlebihan.
3.      Konferensi Stockholm, Rio, Johannesburg
Setelah bertahun-tahun sejak revolusi industri pertengahan abad ke -18, baru pada pertengahan abad ke-20 dunia mendapat kejutan yang merangsang kepedulian akan gawatnya masalah lingkungan yang kita hadapi. Akhirnya atas usul pemerintah swedia diselenggakan di bulan Juni 1972 Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia (UN Conference on the Human Environment) di Stockhlom. Konferensi ini menghasilkan Deklarasi Stockholm berupa Rencana Kerja, khususnya tentang perencanaan dan pengelolaan pemukiman manusia serta rekomendasi kelembagaan United Nations Environmental Programme (UNEP) yang kemudian ditempatkan di Nairobi, Kenya. Tanggal 5 Juni dinyatakan sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tahun.
Konferensi Rio de Jeneiro, Brazil dilaksanakan pada tahun 1992 selama 14 hari adalah Konferensi PBB yang dihadiri oleh utusan dari 179 negara. Konferensi ini menghasilkan lima dokumen, yaitu:
·         Deklarasi Rio juga dikenal dengan “Eart Charter” terdiri atas 27 prinsip yang memacu dan memprakrasai kerja sama internasional, perlunya pembangunan dilanjutkan dengan prinsip perlindungan lingkungan, dan perlu adanya analisis mengenai dampak lingkungan. Deklarasi ini juga mengakui pentingnya peran serta masyarakat yang tidak hanya dikonsultasi mengenai rencana pembangunan, tetapi juga ikut serta dalam pengambilan keputusan, serta aktif dalam proses pelaksanaan dan ikut menikmati hasil pembangunan itu.
·         Agenda-21 merupakan “action plan” di abad 21, yang walaupun tidak mengikat secara resmi, tetapi memberi arah strategi dan integrasi program pembangunan dengan penyelamatan kualitas lingkungan. Agenda-21 ini disepakati untuk disusun oleh dan untuk masing-masing negara peserta.
·         Konverensi tentang perubahan iklim untuk mencapai stabilitas gas kamar kaca, yang mengaharuskan pengurangan sumber emisi gas seperti CO2, emisi pabrik, transportasi dan penggunaan energi fosil pada umumnya.
·         Konverensi keanekaragaman hayati, yang mengajak semua negara untuk mengusahakan keanekaragaman sumber daya  hayati yang dimiliki, dan yang manfaatnya perlu dinikmati secara adil oleh seluruh masyarakat.
·         Pernyataan tentang prinsip kehutanan berupa pedoman untuk pengelolaan hutan, perlindungan serta pemeliharaan semua tipe hutan yang bermakna ekonomis dan keselamatan berbagai jenis biotanya.
Pada tahun 2002 diselenggarakan konferensi Puncak Rio di Johannesburg yang dihadiri oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri. Untuk sekian kali yang diperbincangkan adalah konsep dan pelaksanaan sustainable development  yang dinilai belum berhasil baik untuk membebaskan kemiskinan dan keterbelakangan, ketimpangan dalam ketenagakerjaan, kinerja yang belum cukup produktif dan kesetaraan antara konsumsi dasar dengan tingkat produktivitas yang mendukunganya. Hal ini belum cukup terlaksana karena belum terbina kelembagaan yang mendukung dan dinikmati hasilnya oleh seluruh anggota masyarakat Bumi.
4.      Piagam bumi
Pada tahun 1994 Dewan Bumi (Earth Council) dibentuk atas inisiatif Maurice Stong, sekertaris jendral konferensi Rio dan Mikhail Gorbachev Presiden Green Cross Internasional. Hal ini merupakan kelanjutan atau produk KTT Bumi di Rio tahun 1992 untuk memprakarsai perumusan kembali makna konservasi lingkungan. Disamping itu juga untuk merumuskan kembali sustainable development serta berupaya membangun kesadaran bersama tentang makna kehidupan dibumi ini. Komisi piagam bumi yang di bentuk tahun 1997, telah merumuskan etika ekologi sebagai landasan pembangunan berkelanjutan dalam sebuah piagam bumi (Earth Charter). Menurut piagam bumi perlu menerima kenyataan bahwa kita adalah bagian dari “keluarga manusia” dari “masyarakat bumi” yang mempunyai tujuan (destiny) yang sama. Dalam komisi piagam bumi ini duduk sebagai wakil Indonesia adalah Ir.Erna Witular Msi, sedangkan di Indonesia pelaksanaannya dikordinasikan oleh Lembga Pengembangan Kepedulian dan Etika Lingkungan (LENTING) yang dipimpin oleh Dr. Sonny Kera, salah seorang mantan Mentri Lingkungan Hidup.
5.      Pemanasan global
Pemanasan global terjadi karena meningkatnya lapisan gas yang menyelimuti bumi dan berfungsi sebagai lapisan seperti kamar kaca.Gas kamar kaca ini terdiri atas CO2 (55%), sisanya berupa NOx, SO2, O3, CH4, dan uap air. Lapisan ini menyebabkan terpantulnya kembali sinar panas inframerah A yang datang bersama sinar matahari, sehingga panas bumi ini mencapai 13oC. Jika gas kamar kaca ini makin tebal maka lebih banyak lagi sinar inframerah A yang memantul kembali dari Bumi sehingga Bumi makin terasa panas. CO2 saat ini berkisar 300 pm (0,03%) dalam atmosfer, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 600 ppm (0,06%) pada tahun 2060. Menurut laporan intergvernmental panel on climate change (IPCC), kenaikan suhu bumi di abad yang akan datang berkisar dari 1,5oC – 4,5oC atau rata-rata 2,5oC. Air laut diperkirakan naik antara 31 – 110 cm atau rata-rata 61 cm. Hal ini akan berlangsung kecuali ada upaya mengurangi bertambahnya gas kamar kaca.
Menurut perkiraan dalam 50 tahun yang akan datang suhu bumi rata-rata akan meningkat 3oC atau 1oC di katulistiwa dan meningkat dengan 4oC di kutub, yang akan menyebabkan mencairnya gunung es di kedua kutub tersebut. Hal ini akan berakibat naiknya permukaan air laut, sehingga berbagai kota dan wilayah lain di pinggir laut akan terbenam air, sedangkan daerah yang kering karena kenaikan suhu menjadi makin kering. Perubahan iklim ini juga akan mempengaruhi produktivitas budi daya pertanian, peternakan, dan perikanan terutama sebagai akibat timbulnya kekeringan atau kebanjiran diberbagai tempat.
Dampak positif dari mencairnya es dikutub adalah makin lancarnya angkutan laut dari eropa ke jepang yang hemat waktu dan biaya. Disamping itu mencairnya lapisan es juga membuka peluang untuk mengeksplorasi cadangan minyak, karena 25% cadangan minyak dunia diperkirakaan berada di dasar laut Artik.
6.      Mutasi gen yang terselubung
Dengan perkembangan teknologi telah banyak digunakan teknik radiasi terionisasi (50% untuk keperluan kedokteran, 3% untuk energi nuklir, 10% untuk percobaan persenjataan dan sebagainya) serta penggunaan berbagai bahan kimia (pestisida, amina, amida, hidrokarbon, berbagai senyawa N, dan sebagainya) yang bersifat mutagenik. Sebagai akibatnya telah terjadi peningkatan mutasi gen manusia yang menyebar di antara populasi manusia secara terselubung. Jikamu tasi ini terjadi pada gen yang terikat dalam kromosom yang diturunkan, maka hal itu akan berdampak menurun, sehinggga mengakibatkan makin merosotnya daya tahan (esistance) dan kelentingan alami (resilience) generasi muda. Oleh karena itu makin lama eksistensi (survival) manusia hanya dapat dipertahankan dengan dukungan teknologi, yang lama dituntut kecanggihannya, dengan sendidrinya diperlukan biaya yang makin lama makin mahal.
7.      Hujan asam
Industri (khususnya pengecoran logam, pembangkit listrik batu bara, dan penggunaan energi fosil pada umumnya) yang melepaskan berton-ton SO2, NO2, CO2 dan O3 akan menghasilkan air hujan yang bersifat asam. Hal ini trrjadi apabila air hujan bereaksi dengan berbagai gas tersebut, sehingga air hujan akan mengandung berbagai asam seperti asam sulfat (H2SO4), asam nitrat (HNO3) dan asam karbonat (H2CO3). Hujan asam adalah turunnya kepermukaan Bumi berbagai benda, berupa cairan , uap air, asap, kabut dan debu dengan pH dibawah 5,6. Air dengan keasaman seperti ini dapat merusak hutan, menyebabkan kerkaratnya benda logam (misalnya jembatan dan rel kereta api), merusak berbagai bangunan marmer, tegel dan beton pada umumnya. Air danau dan sungai pH nya menurun, dan mempengaruhi kehidupan air (ikan, plankton, dan sebagainya) serta kesehatan pada umumnya. Sebagian dari gas itu berasal dari kendaraan bermotor (44,1%), dari rumah tangga (33%) dan industri (14,6%).
8.      Lubang lapisan ozon (O3)
Lapisan tipis ozon (O3) yang menyelimuti bumi pada ketinggian antara 20-50 km di atas Bumi (kalau dipadatkan hanya berupa lapisan beberapa cm) telah makin menipis dan di beberapa tempat bahkan telah terjadi beberapa lubang-lubang. Lubang ozon ini banyak terdapat di atas antartika dan kutub utara. Lapisan ozon ini berfungsi menahan 99% dari radiasi sinar ultraviolet (UVB) yang berbahaya bagi kehidupan. Penyerapan sinar ultraviolet oleh kulit akan menyebabkan kangker kulit (terutama untuk mereka yang berkulit putih), kerusakan mata (cataract), gangguan pada rantai makanan laut, dan kemungkinan kemunduran serta kerusakan pada tanaman budi daya.
Lapisan ozon mengalami kerusakan oleh bahan kimia seperti halon (terutama untuk pemadam kebakaran) dan CFC** (chloroflourocharbon) yang dihasilkan oleh aerosol (gas penyemprot minyak wangi, insektisida, dan sebagainya), mesin pendingin (refrigerator, air conditioner), dalam proses pembuatan plastik atau karet busa (foam) untuk berbagai kaepaerluan. Sinar matahari yang kuat berbagai gas ini diuraikan menjadi chlorine yang mengalami reaksi dengan O3 menjadi CIO (chloromonoxide) dan O2. Jadi mengakibatkan terurainya molekul ozon menjadi O2 (oksigen).
Berlubangnya lapisan ozon ini terjadi karena gas NO dan NO2 yang dilepaskan dari pesawat supersonik, oleh perang nuklir dari perombakan pupuk nitrogen oleh bakteri yang perombakannya menghasilkan N2O. Dalam masalah penipisan lapisan ozon ini telah dicapai kesepakatan bersama antara berbagai negara produksi dan pemanfaatan CFCs dalam Protokol Montreal.
B.     Masalah Lingkungan Hidup di Indonesia
Berbagai masalah lingkungan hidup di Indonesia telah berlangsung secara bertubi-tubi. Dalam mengatasi berbagai masalah itu pun, sering kali harus dilakukan pendekatan represif atau korektif tanpa menelaah lebih jauh apa konteks yang menjadi penyebabnya. Sebagian besar masalah yang timbul adalah karena sikap dan perilaku hidup manusia sendiri yang tidak diantisipasi dengan pendekatan preventif. Sering kali suatu masalah seolah-oleh mendadak sekali terjadinya. Padahal prinsip yang perlu dipegeng dalam pengelolaan lingkungan adalah masalah sebab-akibat untuk merumuskan tindakan pencegahan atau upaya preventif. Perlu diakui bahwa dalam menghadapi berbagai masalah yang mendadak, pada dasarnya akan kita hadapi dengan spontanitas. Sering kali tindakan spontan ini diperlukan sebagai instant solution sebelum masalahnya menjadi makin meluas, misalnya dalam terjadinya kebakaran perlu tindakan spontan untuk memadamkan api. Tetapi hal itu perlu secepatnya lebih di teliti dengan  mempertimbangkan mengapa hal itu terjadi dan apa dampaknya dalam jangka panjang.
Seandainya berbagai masalah itu dikelompokkan secara terkait, dapat disimpulkan bahwa masalahnya bersifat alami, bersifat kebijakan geopolitik, bersifat dampak perilaku manusia, tentang keamanan, kesehatan dan masalah sosial-ekonomi atau budaya lainnya.
a.       Masalah lingkungan hidup alami
Keadaan atau tatanan alami merupakan peristiwa alam yang berdampak pada makhluk hidup, khususnya yang oleh manusia diterima sebagai mala petaka. Peristiwa alam yang berdampak pada lingkungan hidup diantaranya gempa bumi, letusan gunung api, badai, tanah longsor dan banjir. Contohnya sebagai berikut:
·         Gempa bumi paling dahsyat disertai tsunami yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara pada tanggal 26 Desember 2004 yang memakan korban ±167.141 orang.
·         Gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat pada tahun 2009. Gempa yang berkekuatan 7,9 skala richter menewaskan ± 6.234 orang.
·         Gunung Merapi yang meletus pada tanggal 26 Oktober 2010 mengakibatkan ±165 orang tewas.
·         Bencana tanah longsor yang terjadi di Sumatera Barat pada tanggal 26 Januari 2013 menewaskan ± 9 orang dan 17 orang hilang.

b.      Masalah oleh manusia
·         Masalah hutan yang utama adalah perambahan hutan untuk menjadi binaan manusia
·         Kerusakan hutan karena penebangan liar, termasuk pencurian kayu untuk diekspor
·         Penambangan tanpa izin dan tidak memperhatikan AMDAL
Contohnya di Sidoarjo, Jawa Timut telah terjadi ledakan lumpur panas dari pipa pengeboran energi minyak dan gas oleh PT. Lapindo Brantas. Hal ini terjadi karena standar prosedur operasional tidak dipenuhi dan pipa pengeboran yang tidak disertai unsur pengaman  (casing system) telah mengakibatkan semburan lumpur panas sebanyak 50.000 m3 .
·         Industri yang berlebihan menyebabkan terbuangnya sumber daya sebagai limbah yang mencemari
Contohnya pencemaran kali ciliwung akibat limbah rumah tangga dan limbah industri.
c.       Masalah kesehatan
Masalah kesehatan yang sering terjadi di Indonesia adalah demam berdarah, tersebarnya flu burung pada ayam, impor daging sapi gila, wabah polio, masalah narkoba dan wabah busung lapar. Suatu tundakan preventif untuk memelihara kesehatan yang diabaikan dan kurangnya pemberdayaan masyarakat akan makna kesehatan oleh pemerintah.
d.      Sosial, ekonomi, budaya, politik dan keamanan
Masalah sosial yang belum terselesaikan di Indonesia pada saat ini adalah masalah kemiskinan. Secara progresif kemiskinan terjadi karena berbagai faktor, misalnya pendidikan, kesehatan, ketidakadilan, kebijakan sistem ketenagakerjaan yang tidak memadai, dan gangguan keamanan. Masalah kekakcauan yang terjadi akhir-akhir ini juga terkait dengan kasus korupsi yang melibatkan banyak pihak. Salah satu contoh kasus korupsi terbesar adalah kasus korupsi proyek Hambalang, Bogor.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

PPT Kelompok SDA Berkelanjutan

haloooooo :)
kali ini saya akan melanjutkan posting saya yang sebelumnya..

6. Power Point ini membahas tentang masalah lingkungan hidup di berbagai negara khususnya di negara kita tercinta Indonesia.

untuk lebih jelasnya mengenai ppt diatas, silahkan download disini
 7. Power Point ini membahas tentang pengelolaan lingkungan hidup. 

untuk lebih jelasnya mengenai ppt diatas, silahkan download disini 
semoga bermanfaat bagi kita semua :)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

PPT Kelompok Sumber Daya Alam Berkelanjutan

Halooooo! :)
Kali ini saya akan berbagi tentang materi mata kuliah sumber daya alam berkelanjutan yang telah saya dapatkan dari hasil presentasi teman-teman saya di kampus. Hasilnya dalam bentuk power point yang bisa kalian download langsung. Ada 5 pembahasan yang berisi tentang asal mula bumi kita, apa saja yang ada di bumi kita dan masalah-masalah apa saja yang ada di bumi kita tercinta ini. Untuk lebih jelasnya, kita liat penjabarannya aja yuk! :)
1. Power point ini membahas tentang asal mula terbentuknya bumi menurut para ahli yang bisa juga kita sebut dengan KOSMOLOGI (ILMU ALAM SEMESTA).

untuk lebih jelasnya mengenai ppt diatas, silahkan download disini

2. Power point ini membahas tentang makna dari BUMI dan juga makna dari suatu KEHIDUPAN.
untuk lebih jelasnya mengenai ppt diatas, silahkan download disini

3. Power point ini membahas tentang EKOLOGI, EKOLOGI MANUSIA, dan LINGKUNGAN HIDUP.
untuk lebih jelasnya mengenai ppt diatas, silahkan download disini
4. Power point ini membahas tentang MAKNA LINGKUNGAN HIDUP.
untuk lebih jelasnya mengenai ppt diatas, silahkan download disini
5. Power point ini membahas tentang LINGKUNGAN HIDUP di INDONESIA.
untuk lebih jelasnya mengenai ppt diatas, silahkan download disini

Sekian posting saya untuk kali ini. Semoga bisa bermanfaat buat kalian semua yaaa :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0


Puisi tentang alam
Judul: Bumiku Menjerit

Dalam diam aku mulai paham
Alam nusantara meronta,
Tiada ketenangan, tiada tentram
Kekalutan yang meraja terus meraja
Mencekam hati budak-budak Ilahi

Bumiku rusak tiada dipinta
Murka menelan beribu nyawa
Tanggung jawab serasa hilang, kalah oleh egomu
Ia bak berbilang namun tak berkata
Akankah kembali alam surga dunia ini?

Isak tangis penghuni alam memekik
Membahana
Menderu angin bersambut hadirnya derita
Rusaklah bumiku
Bumi tempatku berpijak, tempatku bergantung

Adakah kau mendengar
Jeritan nyawa melayang terkikis harapan
Air, angin, tanah menangis
Tak kuasa melawan kepedihan yang kau tarikan diatas kepuasanmu
Kau tuli, buta, bisu
Tak sadar, Engkaulah perusak itu
Perusak bumi nusantaraku


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0